Home / Uncategorized / Belajar Merangkai Bunga, IRT-Milenial di Sidoarjo Intip Peluang Bisnis Florist

Belajar Merangkai Bunga, IRT-Milenial di Sidoarjo Intip Peluang Bisnis Florist


Kaum perempuan dari berbagai kalangan, mulai ibu rumah tangga, remaja hingga generasi milenial, mengikuti Lokakarya Merangkai Bunga Thumbelina di Sidoarjo. Kegiatan ini menjadi wadah belajar keterampilan merangkai bunga sekaligus membuka peluang usaha di bidang florist.
Lokakarya dipandu langsung oleh Owner Choice Rosess Sidoarjo, Vivi Aleyda, yang memberikan materi teori dan praktik merangkai bunga. Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai jenis-jenis bunga, teknik penyusunan, hingga cara merawat bunga agar tetap segar dan tahan lama.

“Pelatihan ini kami selenggarakan agar peserta tidak hanya memiliki keterampilan merangkai bunga, tetapi juga memiliki bekal untuk membuka usaha florist sendiri. Kami ingin semakin banyak perempuan yang mandiri secara ekonomi melalui keterampilan ini,” kata Vivi Aleyda kepada detikJatim disela-sela kegiatan, Minggu (28/6/2026).

Selain mendapatkan pengalaman dan relasi baru, peserta terbaik memperoleh hadiah, sedangkan seluruh peserta menerima sertifikat sebagai bentuk apresiasi atas keikutsertaan mereka.

Baca artikel detikjatim, “Belajar Merangkai Bunga, IRT-Milenial di Sidoarjo Intip Peluang Bisnis Florist” selengkapnya https://www.detik.com/jatim/berita/d-8551331/belajar-merangkai-bunga-irt-milenial-di-sidoarjo-intip-peluang-bisnis-florist.

Salah satu peserta, Giselle Devina (20), mahasiswi asal Buduran, Kabupaten Sidoarjo, mengaku mengikuti pelatihan untuk menambah keterampilan yang bisa dimanfaatkan sebagai peluang usaha.

“Saya ingin belajar teknik menyusun bunga yang benar, mengenal berbagai jenis bunga, sekaligus memahami cara merawatnya agar tetap awet. Harapannya setelah lulus kuliah nanti ilmu ini bisa menjadi usaha sendiri dan menambah penghasilan,” kata Giselle.

Menurut Giselle, keterampilan merangkai bunga juga dapat membuka lapangan pekerjaan baru sehingga memberi manfaat bagi masyarakat di tengah tingginya angka pengangguran.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Sandra Anggita M. (28), warga Surabaya. Meski telah memiliki usaha daring, ia ingin memperluas kemampuan agar dapat mengembangkan bisnisnya.

“Saya ingin memperdalam keterampilan merangkai bunga supaya bisa menambah peluang usaha. Saya optimistis kemampuan ini memiliki nilai ekonomi dan bisa menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga,” kata Sandra.

Menurut Giselle, keterampilan merangkai bunga juga dapat membuka lapangan pekerjaan baru sehingga memberi manfaat bagi masyarakat di tengah tingginya angka pengangguran.

Hal senada disampaikan peserta lainnya, Sandra Anggita M. (28), warga Surabaya. Meski telah memiliki usaha daring, ia ingin memperluas kemampuan agar dapat mengembangkan bisnisnya.

“Saya ingin memperdalam keterampilan merangkai bunga supaya bisa menambah peluang usaha. Saya optimistis kemampuan ini memiliki nilai ekonomi dan bisa menjadi tambahan penghasilan bagi keluarga,” kata Sandra.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *